oleh

Supir Yang Di Duga Jadi Korban Pungli Tidak Mewakili Para Pengemudi Seluruhnya

 

Jakarta, Baranews |  Di kutip dari Pemberitaan yang beredar di Beberapa media Online yang mengaku dari awak media. Hasil wawancara di Kantor RW 10 Kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat supir yang Bernama Pak Kusnadi itu tidak Mewakili suara supir lainya.

Pasalnya dari 30 orang sopir yang mewakili supir Lainnya itu Tidak benar, Hoaxs Alias cerita bohong Di Karenakan terjadinya pungutan Tersebut menuai Pro Dan Kontra, dilihat dari beberapa orang supir yang siap melaporkan ke intansi Kepolisan di antaranya
(1) AS
(2) BO

“Kami Aslinya keberatan para Supir supir dengan Adanya Pungutan Sebesar itu, cari duit di Jakarta itu susah nya Setengah mati, apa lagi sedang Adanya Virus Corona Covid 19 ingin Mendapatkan Uang Lima Puluh Ribu itu susah’
Bagi kami uang sebesar itu Sangat berharga ”
Kata AS


Masih kata AS
” Mereka takut kalau bilang Merasa keberatan dengan Pungutan Sebesar lima puluh Ribu Rupiah Yang di lakukan Oleh oknum RW 10 karena Ancamanya di Derek Oleh Dishub jika Tidak membayar”
Tuturnya..

Masih dari AS”
“Sebenarnya semua merasa Keberatan dengan pungutan Yang tidak tau judulnya uang Nya akan di kemanakan?
Katanya buat kesosialan, sosialan yang mana ?

Yang kedua kami dari seluruh Supir tidak ada kesepakatan Sebelum nya untuk membayar Parkir sebesar Lima Puluh ribu rupiah, adapun kami membayar itu karena takut di derek aja karna emang kami tau parkir di situ dilarang”
Kata AS

Dari tempat yang berbeda supir yang berinisal AR,,
Ada pun kesepakatan yang Ada, kami seluruh supir minta di Buatkan kwitansi, tujuanya Agar kalau sudah ada Kwitansi Jangan sampe Ada yang minta Lagi, dan menghindari Orang Yang mengatas Namakan RW 10 Untuk meminta kembali Kepada supir supir.

Selanjut nya kami jadi merasa Aman kalau ada kwitansi, kalau pun ada Dishub Tinggal kita kasih unjuk aja kwitansinya ke Petugas jadi Tidak perlu Menghindar kocar kacir kita kan sudah bayar parkir, jadi ga perlu takut,
kita udah ga salah”
tandas nya” AR
Menjelaskan kepada awak Media PenaNew

Di lanjut keterangan dari IN”
“Menjelaskan masalah keamanan Parkir yang di ceritakan Oleh Narasumber yang bernama Kusnadi yang bilang sekarang Lebih Aman,

Dulu di Ganggu Preman itu Cerita Bohong Alias Hoaxs,
Setahu Saya dari dulu Tidak Pernah ada preman Menggangu ‘tandasnya

“Yang ada juga setau saya,
Sekarang ini apa bila yang Tidak membayar Uang parkir di Derek sama Dishub,
Kan ketahuan mana yang bayar Mana yang belum bayar atau Tidak bayar Uang parkir, Karena setiap kendaraan yang Parkir disitu di catat plat Nomernya”
Tambah IN”

,, Tambah lagi dari supir yang jadi korban Pungli iku menjelaskan”bernisial AR,,

Awalnya saya berat juga karna biasanya Rp 35,000 ko tau tau jadi Rp,50,000 suruh Bayar yang di tulis di kwitansi, ya udahlah ga apa apa saya bayar cuma tolong lah jangan di utik utik lagi kita kan disitu cari makan,

“Kalo menurut saya sih itu Minta duit untuk dia sendiri, tapi ga apa apa itu uang untuk bayar wilayahlah, kita ga Mau tau uang mau di Kemanakan yang penting saat saya mangkal aman jangan sampe kita mangkal selalu kocar kacir kalau ada Petugas Datang, setelah kita sudah bayar parkir kan kita udah Aman, Makanya kita ga usah Takut takut lah kalau ada Petugas Datang Tinggal bilang Aja kita udah Bayar kasih unjuk Aja kwitansinya sama Petugas,
Tandas pak AR, saat di hubungi via telpn oleh wartawan OeNa New,mingu 11/4/2021..

Dari tempat yang beda
Eri Ependi SH selaku Ketua Umum Aktvis Hukum LSM PEKA
Menyayangkan Oknum Rw Yang membuat sanggahan di berbagai media Online. Menurut saya
“buang buang Energi saja,memang Sah sah saja Membuat Sanggahan.

“Tapi Maksud saya ya Sabar Dulu nanti Aja kalau mau ada Pembelaan kan emang Akan Kami laporkan, Silahkan nanti Buat pembelaan diri di Pengadilan”

Atau nanti Setelah di panggil Penyidik Silahkan Nanti Jawab Dihadapan penyidik bawa Bukti Bukti yang bisa lepas dari Tuduhan di duga Melakukan Tndak Pidana Pungli “Pungkasnya (AVID/r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed