oleh

Terkait Dugaan Korupsi Ratusan Milyar, Mafia Proyek Dituding Tunggangi Pengadaan Ternak di DKPP

 

Medan, Baranews | Terkait kasus dugaan korupsi senilai ratusan milyar rupiah di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pemprovsu telah ramai dibahas lewat media cetak dan online, tapi sepertinya kasusnya malah dipeti eskan.26/4/2021

Belakangan terhendus, tentang adanya oknum-oknum yang diduga sebagai “mafia proyek” peternakan yang setiap tahun masih tetap melaksanakan tugas haramnya tersebut. Bagaimana tidak, hingga saat ini “mafia proyek” peternakan itu sudah menjadi penguasa di Sumatera Utara, karena pekerjaan haram itu sudah digelutinya hampir 10 tahun.

Tudingan tersebut disampaikan atas dasar investigasi di setiap tahunnya oleh LSM Garuda Merah Putih Sumatera Utara salah satu lembaga anti korupsi kepada media Jumat (23/4).

“Kami mempunyai bukti sangat kuat terkait dugaan korupsi di DKPP yang diduga telah ditunggangi oleh mafia proyek peternakan di lingkungan DKPP,”ungkap Kordinator Sumut LSM GMPSU.

Bukan tanpa dasarkan, LSM GMPSU telah melukan investigasi mendalam seperti di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun dan mendapati bahwa ada oknum berinsial MF yang diduga kuat sebagai mafia proyek ternak di DKPP.

Yang mengejutkan adalah bahwa faktanya oknum MF adalah seorang ASN Dinas Peternakan Kota Pematang Siantar dengan jabatan sebagai Kepala Pengawasan Karantina Hewan Golongan IVa.

Sementar saat investigasi ke Kabupaten Simalungun diperoleh keterangan dari rekan kerja sekantor oknum MF berinsial US saat di Dinas Peternakan Simalungun, bahwa US dan MF sudah setiap tahun diunjuk untuk mengumpulkan dan mencari bibit ternak yang akan ditenderkan di DKPP. (20/2/2020) lalu.

US menegaskan bahwa pada tahun 2019 dirinya tidak disertakan lagi untuk membantu MF untuk mengumpul dan mencari ternak tersebut, alasannya tidak tahu, namun kemungkinan karena MF punya modal banyak. Terang US saat itu.

Dan oleh tim investigasi percakapan ini telah direkam sebelumnya untuk alat bukti yang menunjukkan bahwa MF sudah puluhan tahun bertindak sebagai pengumpul ternak alias mafia proyek untuk kebutuhan proyek di DKPP sekalian sebagai suplayer alias agen

Tegas Kordinator Sumut lagi, bahwa saat investigasi di tempat kantor MF di Pematang Siantar dan keterangan dari beberapa pegawai ASN menyebutkan, oknum MF itu disini adalah “Reste” siapa yang tidak kenal MF di Siantar atau Simalungun,”pungkas ASN itu. (22/2/2021) lalu.

Kemudian saat investigasi dilanjutkan ke kediaman MF seperti pada foto tampak berjejer mobil mewah, dari mobil fortuner, double capbin dan Pajero Sport, maka berdasarkan bukti- bukti ini semakin menguatkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi di DKPP yang ditunggangi oleh mafia proyek peternakan. Tegas Ketua DPD LSM GMPSU.

Dari informasi yang dihimpun oleh media dari lingkungan DKPP yang tidak ingin disebut namanya, bahwa MF sudah hampir setiap tahun sebagai penyalur dan pengumpul ternak dan jika ternak yang diambil bukan dari MF, maka biasanya akan dipersulit oleh Ketua Penerima Barang,”ungkap ASN tersebut. (22/3/2021) lalu.

Diungkapnya lagi, bahwa banyak kontraktor yang sebagai pelaksana kegiatan adalah merupakan keluarga dari Kepala Dinas DKPP, jelas sarat dengan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), dan khusus untuk pengadaan ternak masih diunjuk yang oknum berinsial IL. Ujarnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed