oleh

Carut Marut Perekrutan Perangkat Desa Di Kabupaten Tapanuli Utara, DPRD Taput Undang PMD Rapat Dengar Pendapat

Gambar | Poto Bersama Tim Kompak,PMD dan Sekwan DPRD Taput | Dok Kompak

Baranewssumut.com| Taput – Pada akhir tahun 2019 dibukanya perekrutan Perangkat Desa serentak di Kabupaten Tapanuli Utara hingga kini belum berakhir. Menindak lanjuti aspirasi Kompak ( Koalisi Masyarakat Penegak Keadilan ) yang telah disampaikan kepada DPRD Taput pada Kamis 4 Agustus 2022 yang lalu yang tertuang dalam Surat 01/Kompak/VII/2022 tertanggal 02 Agustus 2022.

DPRD Tapanuli Utara melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dihadiri Koalisi Masyarakat Penegak Keadilan (KOMPAK) pada 31 Agustus 2022.

RDP tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Taput Ir. Poltak Pakpahan dihadiri oleh sejumlah Anggota DPRD Taput, Sekwan DPRD Taput Irwan Hutabarat, Kadis PMD Taput Donny Simamora beserta jajarannya, Kabag Hukum Setdakab Taput Welly Simajuntak dan dari KOMPAK Taput Rijon Manalu, SPd.K (Koordinator), Aleng Simajuntak, SH (Team Penasehat Hukum) dan J.F.W. Sesanto Manalu, S.Kom (Media)

Rijon Manalu sebagai kordinator Kompak mengatakan terkait perekrutan Perangkat Desa yang dimulai sejak akhir tahun 2019 lalu, dimana Tahapan Seleksi Perangkat Desa dengan posisi, Sekdes, Kaur, Kasi dan Kadus (3 orang per Desa). Para pelamar sudah serahkan berkas ke kantor camat masing -masing.

Gambar | Saat RPP dilaksanaka diruangan DPRD TAPUT |

“Masyarakat yang ikut seleksi pun telah melengkapi berkas dan tentu mereka mengeluarkan biaya untuk itu, khususnya dalam mengurus surat bebas Narkoba, SKCK, dan berkas lainnya, dengan perhitungan kami rata rata 1 orang peserta mengeluarkan dana mininal Rp 1.000.000,- dikali jumlah peserta yang diperkirakan sebanyak 2.410 orang, termasuk ongkos dan operasional, dan jika diakumulasikan biaya tersebut diduga mencapai 2,4 Miliar terbuang sia-sia,” ujar Rijon dalam RDP tersebut.

Pada bulan Juni 2022 Pemkab Taput kembali membuka rekrutmen perangkat desa dengan formasi Kaur 1 orang, Kasi 1 orang, ( kadus ditiadakan). Hal inilah yang menjadi pertanyaan bagi Kompak. Apakah perekrutan yang sekarang adalah lanjutan dari tahun 2019 ? Dan mengapa yang pelamar yang baru masih dibuka kesempatan dimana issunya berkas bisa menyusul, sedangkan peluang bagi pelamar yang pertama sudah berkurang.

Kadis PMD Donny Simamora mengatakan, perekrutan Perangkat Desa pada tahun 2019 ditunda karena adanya bencana Covid-19 dan menyebabkan recofusing dana, sehingga mengingat dana yang ada perekrutan Perangkat Desa tidak layak lagi dilanjutkan. Perekrutan Perangkat Desa tahun 2022 ini merupakan lanjutan tahapan yang dimulai akhir tahun 2019.

Lalu KOMPAK mempertanyakan jika perekrutan Perangkat Desa tahun 2022 merupakan lanjutan yang tertunda tahun 2019 mengapa di tengah tahapan sedang berlangsung terjadi penghapusan formasi setelah pendaftar memasukkan lamarannya termasuk dengan formasi yang ditiadakan pada tahapan lanjutan.

“Darimana dasar hukum proses rekrutmen perangkat desa formasi dihapus ditengah tahapan sedang berlangsung?” tanyanya.

“Dan jika melanjutkan tahapan, mengapa dibuka pendaftar baru, karena hal ini tentu melanggar hukum dan mencerminkan ketidak adilan bagi pelamar,” sambung Rijon lagi.

Anggota DPRD Taput dari Partai Hanura Tota Situmeang mengatakan ada yang merasa janggal dalam rekrutmen Perangkat Desa tahun 2022.

“Bagaimana mungkin Calon Perangkat Desa diluluskan sebelum memenuhi semua persyaratan yang dibuat Panitia,” ujar Tota Situmeang.

Menjawab pertanyaan Tota Situmeang, Kadis PMD Donny Simamora mengatakan bahwa dalam proses rekrutmen Perangkat Desa ini, seperti dalam pelamaran ASN yang sekarang, lulus dulu baru dilengkapi berkas seperti SKCK, dan Surat Keterangan Tidak Menggunakan Narkoba.

Donny Simamora juga mengatakan proses rekrutmen Perangkat Desa tahun 2022 ini harus menelan pil pahit, pelaksanaan Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Tapanuli Utara sedang berlangsung dan sedang dalam tahap penetapan sehingga tidak memungkinkan untuk ditunda, dan pelaksanaan harus tetap berjalan jikalaupun harus berurusan dengan hukum. Donny Simamora mengatakan siap mempertanggungjawabkannya.

Mendengar ucapan Kadis PMD Donny Simamora tersebut, Anggota DPRD Taput dari Partai Demokrat Dapot Hutabarat mengatakan bahwa jawaban dari Kadis PMD terkesan bertele-tele dan tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan KOMPAK Taput.

“Bapak terlalu arogan, mengatakan siap berurusan dengan hukum, saya bisa ikut menggugat Bapak dalam hal ini,” ujar Dapot Hutabarat kepada Kadis PMD.

Adapun rekomendasi DPRD Taput dalam RDP tersebut adalah :

1. Sesuai undang-udang tentang desa bahwa struktur pemerintahan desa formasi untuk tidak dilanggar.

2. Untuk tidak menimbulkan polemik dalam kedudukan calon perangkat desa agar pihak pemerintah benar-benar selektif.

3. Kita jadikan rekrutmen perangkat desa harus terbuka dan terang untuk menghasilkan perangkat desa yang berkualitas dan kompeten.

4. Melalui Perda, DPRD berpesan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara agar mengkaji ” Perda yang menjadi acuan Perbup tentang seleksi perangkat desa yang sesui dengan pp 43 tahun 2014. (Dikutip dari sumutcyber.com)

Kadis PMD Taput juga membenarkan bahwa Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Taput sudah terlaksana.

“ Sudah dilakukan RDP terkait seleksi perangkat desa. Sudah kita sampaikan dan jelaskan apa yang menjadi pertanyaan dari pihak Kompak, soal mereka menerima atau tidak adalah hak mereka. Sekarang sudah tahap penetapan calon perangkat desa yang akan ikut seleksi.” jawab Donny Simamora Kadis PMD Kabupaten Tapanuli Utara saat dikonfirmasi Baranewsumut.( 2 September 2022)

Rijon Manalu, SPd.K (Koordinator KOMPAK) merasa tidak puas dengan jawaban dan penjelasan PMD Taput, karena menurutnya jawaban tersebut tidak menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat dan mengabaikan kerugian masyarakat yang melamar dalam perekrutan tersebut.

“ Kalau perekrutan itu masih diteruskan seperti yang disampaikan oleh Kadis PMD Taput tanpa memperdulikan kerugian masyarakat. Kita siap aksi dan mengambil langkah jalur hukum.” tegas Rijon Manalu.
(TS)

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.