oleh

Kepala Sekolah SMPN 1 SIMPANG EMPAT Meminta Uang Sukarela Dan Uang Ancang Ancang Kepada Orang Tua Murid


Tanah Karo | Baranews.com, Kepala Sekolah SMPN 1 Simpang Empat yang berinisial F Br Sembiring kesannya sangat mempersulit orang tua murid dalam pengurusan siswa untuk kembali masuk kedalam daftar Dapodik.

M Gyo Mirza Tarigan siswa kelas IX siswa SMPN 1 Simpang Empat, setelah tiga bulan lamanya absen kembali lagi untuk bersekolah, tapi disini kepala sekolah F Br Sembiring mengatakan bahwa namanya siswa tersebut sudah terhapus dari daftar dapodik dan harus diurus kembali ke dinas pendidikan.

Dalam mengurus kedapodik ini F Br Sembiring meminta uang kepada orang tua siswa sebanyak Rp. 1000.000,- (satu juta rupiah) dan kepala sekolah ini juga mengharuskan keluarga dari siswa ini agar memberikan uang suka rela untuk mengurus raport.

Sabtu (01/10/2022), kami beberapa media mendatangi F Br Sembiring dikantor SMPN 1 SIMPANG EMPAT desa Lingga, guna konfirmasi kebenaran berita tersebut.

F Br Sembiring, membenarkan ada menerima uang sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu) dari paman siswa yang berinisial W Sitepu dengan dalih sebagai uang sukarela.

Kami juga team media dari Baranews, RadarnewNasional, Portibi, Jurnal Polisi, Daylysatu, Buser 86, metro-24, menanyakan mengenai uang yang diminta sebanyak Rp. 1000.000,- (satu juta) itu untuk apa?, kepala sekolah ini menjelaskan bahwa uang tersebut untuk ancang – ancang.
Ancang – ancang yang bagaimana kepala sekolah ini mengatakan ” uang yang satu juta itu untuk ancang – ancang dalam mengurus kedinas, sebagai uang terima kasih,” ucapnya.
Kami team media bertanya lagi, didinas siapa orangnya yang mengurus? kepala sekolah ini menjawab ” ya kami juga belum tau, belum ada sasaran didinas, hanya saja kalo kita mengurus didapodik itu supaya lancar, perlulah uang sikit – sikit sebagai tanda terimakasih,” ujarnya lagi.

(Citra Yz)

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *