oleh

Pertemuan Terduga Bandar Togel Dengan Purba Oknum POLRES TAPUT Berbuntut Fitnah Terhadap Wartawan

Gambar/Photo Haposan Simanjuntak |Dok Baranewssumut.com

Baranewssumut.com|TAPUT – Tertangkapnya tersangka inisial GS kasus judi Togel di Kecamatan Sipahutar (30-12-2021) berbuntut fitnah terhadap wartawan media online yang mengkonfirmasi pihak POLRES TAPUT tentang kejadian penangkapan kasus Judi Togel tersebut. Fitnah ini merupakan tuduhan kepada Haposan Simanjuntak dan rekan-rekannya sebagai pelapor atau informan Polisi berakibat tertangkapnya inisial GS kasus Judi Togel, tuduhan terhadap Haposan dan rekannya ini menjalar ke seluruh penjuru Kecamatan Sipahutar dimana warung kopi tempat adanya mangkal anggota Mak Erik alias Istri Bejo.

“ Saya sangat dirugikan karena fitnah itu, juga merasa dikucilkan oleh masyarakat karena tuduhan ini. Lebih jelasnya Saya juga tidak mengenal Tersangka GS tapi saya di fitnah melaporkannya, kan aneh.. Dan masih banyak kejanggalan tentang hal ini, atas dasar apa seorang oknum Polisi menunjukkan identitas saya yang mengkonfirmasi kasus penangkapan kepada terduga Bandar Togel Mak Erik..?, itu menurut penjelasan Mak Erik.” Jelas Haposan Simanjuntak.(13/01/2022)

Purba oknum Polisi yang menunjukkan photo Haposan dan Timbul Simanjuntak kepada Mak Erik menurut keterangan Mak Erik, keterangan itu dilengkapi dengan bukti Video dan rekaman suara yang dimiliki oleh Haposan.  Fitnah ini sangat disesalkan Haposan atas ulah oknum anggota Polisi Polres Taput yang menunjukkan identitasnya sebagai wartawan yang mengkonfirmasi terkait kasus penangkapan terhadap tersangka inisial GS. Haposan siap melaporkan ke Propam Poldasu kalau hal ini tidak ada klarifikasi dari Purba oknum Polisi Polres Taput.

Gambar/Screenshot Chating WhatsApp Messenger Konfirmasi Haposan Simanjuntak Dengan Pidum Polres Taput Aiptu Mistranius Purba.

Haposan sangat menyesalkan tindakan oknum Purba, kalaupun ada photo Haposan sama Purba seharusnya tidak sembarangan membeberkan identitas wartawan yang meliput setiap kasus yang ditangani oleh Polisi.
“ Konfirmasi kan hak wartawan untuk hal pemberitaan, dan saya tidak ada pikiran negatif sebelumnya, tapi kok bisa jadi berbuntut fitnah kepada saya.? Yang seharusnya oknum Polisi melindungi dan mengayomi setiap hak warga negara Indonesia. ” tutup Haposan.
Menurut Haposan, hak privasi dilindungi oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 (UUD 1945) pasal 28G ayat 1 :

“Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak azasi ”

Purba oknum anggota Polres Taput diduga mengarah pada Aiptu Mistranius Purba Pidum POLRES TAPUT yang membenarkan bahwa beliau pernah ditanyai tentang dua orang PERS yang mengkonfirmasi dari Kecamatan Sipahutar. Hal ini sangat perlu di Klarifikasi oleh Pidum POLRES TAPUT Aiptu Mistranius Purba kepada masyarakat khususnya kepada Haposan Simanjuntak dan rekannya. Harapan Haposan Simanjuntak kepada Kapolres Tapanuli Utara untuk segera mengevaluasi kinerja bawahannya agar tetap terjaganya citra baik POLRI khususnya Polres Tapanuli Utara sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. Saat berita ini diterbitkan, baranewssumut.com sulit menghubungi Pidum Polres Taput Aiptu Mistranius Purba, dan terus berupaya untuk meminta konfirmasi untuk berita selanjutnya.
(TS)

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *