oleh

Tambang Pasir Illegal Meresahkan Masyarakat, Satpol PP Taput : Nanti Kita Rajia Lagi

Gambar Lahan Persawahan Warga Dan Kerusakan Akibat Penambangan Pasir |Dok| Baranews

Baranewssumut.com| TAPUT – Menindak lanjuti pemberitaan baranewssumut.com pada tanggal 24 Desember 2022 terkait Tambang Pasir diduga illegal yang meresahkan masyarakat, dan merusak persawahan masyarakat Desa Onan Runggu IV, Kecamatan Sipahutar.

Menurut keterangan dari pihak Satpol PP Kabupaten Tapanuli Utara, Rudi Sitorus menjelaskan bahwa kegiatan tambang pasir illegal tersebut sudah pernah ditindak. Rudi Sitorus juga menjelaskan ke Team Baranewssumut.com akan menindak tegas para pelaku tambang pasir illegal tersebut.

“ Sudah pernah kita tindak. Nanti kita rajia lagi. Nanti kita kabari.” Jawab Rudi.(Selasa,25 Januari 2022)

Gambar | Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Pasir

Lebih lanjut, Pihak Pemerintah Kecamatan Sipahutar juga sudah pernah melayangkan surat untuk pemberhentian kegiatan tambang pasir yang meresahkan dan merugikan masyarakat tersebut, namun tidak di indahkan oleh pengusaha tambang pasir.

“Dari pihak Kecamatan sudah pernah menyurati yang punya tambang agar mengurus ijinnya dan pihak Satpol PP juga sudah pernah turun ke situ, nanti kita juga coba kroscek kelapangan.” JelasKonstan Panjaitan Camat Sipahutar. (Selasa,25 Januari 2022)

Camat Sipahutar, Konstan Panjaitan juga menjelaskan bahwa sudah pernah melayangkan surat Penghentian Penambang Pasir sebelum mengurus ijin dari dinas terkait sesuai peraturan yang berlaku. Karena hal ini mengakibatkan kerugian khususnya bagi infratruktur jalan yang dibangun pemerintah akibat mobil truk sering melintas mengangkut pasir melebihi tonase sehingga jalan Sipahutar rusak parah, pihaknya dengan segera akan kroscek ke lapangan tambang tersebut.

Dampak tambang pasir illegal tersebut jelas merupakan tindakan merusak lingkungan hidup, ditanya tentang apakah pernah pengelola meminta rekomendasi pengurusan perizinan, Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Utara menjelaskan tidak pernah menerima rekomendasi tentang pengurusan perizinan terkait Galian Gol C tersebut.

“Kalau rekomendasi tidak ada amang, untuk mengatasi hal ini kami akan melaksanakan rapat terpadu dalam waktu dekat, dengan tetap mempertimbangkan sumber kehidupan masyarakat.” Heber Tambunan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Taput.(Selasa, 25 Januari 2022)

Gambar | Padi Baru Ditanam Tertimbun Lumpur Limbah Tambang Pasir, Warga Terpaksa Menanam Kembali

Kegiatan tambang pasir illegal tersebut sudah pernah mendapat teguran dan tindakan dari pihak Pemerintah Kecamatan dan Satpol Taput namun teguran tersebut tidak di indahkan.

Pelaku tambang liar seolah kebal hukum, dan ketika dikonfirmasi terkait issu dari masyarakat setempat terkait dugaan adanya suap kepada oknum aparat untuk melancarkan aksi illegalnya, namun malah memberi jawaban anarkis, melecehkan dan memaki mengaku dirinya adalah preman.

Harapan masyarakat Desa Onan Runggu IV kepada Pemerintah setempat, APH ( Aparat Penegak Hukum, dan Dinas terkait untuk segera dan secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kegiatan tambang pasir illegal tersebut untuk menghindari kerugian bagi warga yang mempunyai lahan persawahan disekitar tambang pasir illegal tersebut. Mengingat saat ini adalah musim hujan yang sangat berpotensi kerusakan parah bagi tanaman padi warga. (TS)

 

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar