oleh

Warga resah,pekerjaan Pemasangan Pipa Air Minum Terbengkalai.

TEMBUNG | BARANEWSSUMUT — Proyek pekerjaan pemasangan pipa air minum dijalan Lerda Sujono kelurahan Tembung, kecamatan Medan Tembung menuai keresahan bagi warga yang terdampak penggalian rencana pemasangan pipa induk air minum yang berada dikelurahan tersebut.

Bagaimana tidak warga yang sehari-harinya berjualan mencari nafkah bagi kehidupan keluarganya merasa terganggu dengan pekerjaan penggalian tanah untuk rencana pemasangan pipa induk air minum yang hingga saat pemantauan awak Bara-News kamis 22/09-2022 pekerjaan penggalian maupun pemasangan pipa istirahat panjang alias terhenti belum diketahui secara pasti dari pihak pelaksana pekerjaan penyebab terkendalanya pekerjaan pemasangan pipa tersebut,namun hasil penelusuran dan wawancara awak Bara-News dilokasi terkendala nya menurut sumber yang didengar oleh masyarakat dari pekerja karena pipanya belum datang ke lokasi,pihak pelaksana dari pekerjaan tersebut tidak diketahui keberadaannya dilapangan diduga akibat terhentinya pekerjaan tersebut pihak pelaksana proyek atau yang mewakili sungkan untuk menampakkan dirinya dilokasi pekerjaan.

salah seorang dari masyarakat yang membuka usaha tambal ban dipinggir jalan Letda Sujono, Risky Batu Bara (32) mengatakan kepada awak media ini Senin 19/09-2022 ketika dimintai tanggapannya atas pekerjaan pemasangan pipa yang terbengkalai ini.”Sudah seminggu pekerjaan ini (galian dan timbunan-Red) tidak diselesaikan”,ini sangat mengganggu bagi orang yang berusaha mencari nafkah disekitar sini,sudah berapa orang yang jatuh masuk ke lobang galian ini ujar Risky,tadi pun ada kendaraan sepeda motor yang jatuh lagi imbuh Risky.

Ibu Lisna (47) pedagang es dawet saat dimintai keterangannya oleh awak media ini senin 19/09-2022 “sudah dua minggu tidak kerja pekerja galian ini ujar bu Lisna,katanya pipanya ada dikantor,yang lama ngelemnya imbuh Lisna menirukan ucapan salah seorang pekerja. Menurut ibu Lisna lambatnya pekerjaan pemasangan pipa ini sangat merugikan bagi pedagang yang berada disepanjang galian ini karena pembeli jadi tidak bisa parkir akibat berm (bahu jalan-Red) digali ujarnya.

Rusli (62) yang berjualan jajanan anak sekolah didepan Sekolah SMA Prayatna saat dimintai tanggapannya atas pekerjaan galian yang terbengkalai ini,senin 19/09-2022 mengatakan “pihak pekerja tidak nengindahkan ada pipa air yang berada di tempat galian tanah ini bocor” diduga kena cangkul saat penggalian, namun pihak pekerja menimbun saja dengan tanah,lihat lah pak nampak airnya keluar karena ada pipa yang bocor ujar Rusli kepada awak media ini,senin19/09-2022,menurut pak Rusli sekitar dua minggu pipa itu bocor tanpa ada usaha perbaikan dari pihak pekerja,akibat lambatnya penyelesaian pekerjaan pemasangan pipa ini sangat menganggu usaha cari makan para pedagang disekitar galian ini papar Rusli yang mengaku tinggal di kelurahan Bantan kecamatan Tembung.

Sementara ditempat lain masih berkaitan dengan pekerjaan galian tanah rencana pemasangan pipa yang berada disisi sebelah kanan jalan besar menuju kota tembung yaitu dusun Duku,Desa Tembung kecamatan Percut Sei Tuan pekerjaan penggalian tanah terpenggal-penggal belum menyeluruh digali bahkan yang sudah digali ada yang longsor salah seorang pedagang dilokasi tersebut ibu Rafika br Nasution (42) saat dimintai tanggapannya sehubungan dengan terhentinya pekerjaan pihak proyek pemasangan pipa tersebut mengatakan “janjinya 4 hari pemasangan pipanya,ngapain digali kalo pipanya belum ada jalan kerumahpun becek kalo hujan tanah bekas galian tergerus air papar ibu Rafika yang juga menyesalkan pihak dari kantor camat Percut Sei Tuan datang mengantar surat larangan berjualan dipinggir jalan ini ujarnya,ini camat baru seharusnya mengerti sudah lama lokasi pinggir jalan ini tempat orang jualan apa lagi waktu musim duku, ini kan ciri khas Tembung kan Tembung dikenal orang dengan dukunya kalo orang melintas jalan ini mau ke kota Tembung,banyak pohon duku disini ujar Rafika dengan emosionalnya atas larangan berjualan di bahu jalan. “Sikap camat terlalu berlebihan” imbuhnya,papan dan broti yang berada diatas paritpun diambil mereka untuk apa? ucap Rafika kesal,emperan atap rumahpun tidak boleh diatas parit ini kan terlalu berlebihan paparnya,kami taat pajak lho pak,bagaimana kalo kami tidak bisa berjualan disini imbuhnya, menurut Rafika sudah sebulan pekerjaan penggalian ini terhenti.

Lurah Tembung,kecamatan Medan Tembung saat akan dikonfirmas,kamis 22/09-2022 oleh awak Bara-News dikantornya di jalan Bantan kelurahan Tembung,awak media ini ditanya oleh salah seorang pegawai kelurahan yang mengaku bernama Demak boru Sihombing yang disebut menjabat Kasi Trantib dikelurahan tersebut.”Mau jumpa siapa pak?” ujarnya kepada awak Bara-News.Saya mau ketemu Lurah Tembung ujar awak Bara-News,bapak dari mana?saya dari media Bara-News mau konfirmasi kepada lurah tentang pekerjaan rencana pemasangan pipa air minum yang berada dijalan Letda Sujono yang diwilayah kelurahan Tembung,Oh ibu Lurah lagi telponan ujar kasi trantib tersebut.Awak media ini langsung mengkonfirmasikan perihal pekerjaan pemasangan pipa yang terbengkalai kerjanya itu kepada Demak Sihombing. Ketika dimintai tanggapanya Demak boru Sihombing itu mengatakan “sejauh ini kita tetap koordinasi dengan pihak pelaksana”ujarnya,namun Demak mengaku tidak mengetahui siapa pelaksana (kontraktor-Red).

Sungguh aneh pernyataan kasi Trantip ini yang tidak mengetahui kontraktor atau pelaksana proyek pemasangan pipa air minum tersebut sementara kasi trantib ini mengaku tetap berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek sehubungan dengan pekerjaan tersebut.

Dikantor camat pak bapak tanya surat pemberitahuan kerja mereka ada disana ujar Kasi trantib tersebut,ketika ditanya tentang terbengkalainya pekerjaan pemasangan pipa serta terganggunya usaha warga untuk mencari nafkah disekitar proyek galian tersebut ,demak mengatakan “kan bukan ini saja mereka kerjakan ditempat lain kan ada” ujarnya tanpa merinci maksud ungkapannya ditempat lain,mereka kan masih kerja imbuh kasi Trantib kelurahan tersebut seakan menutupi ke tidak beresan kerja pihak pemborong pemasangan pipa tersebut. Padahal pekerjaan proyek tersebut hasil pantauan awak media ini sudah beberapa minggu terhenti dan masyarakat / warga yang berjualan telah resah karena usaha cari nafkah mereka dengan berjualan dipinggir jalan maupun didepan rumah atau kedai mereka terganggu akibat pekerjaan lobang galian tanah tesebut tidak kunjung diselesaikan pemasangan pipa maupun penimbunannya.

Sampai saat ini awak media belum mengetahui keberadaan plank proyek pemasangan pipa induk air minum tersebut, hasil monitoring awak media ini dilapangan lokasi pekerjaan pemasangan pipa induk sebelumnya juga telah dilakukan pemasangan pipa induk mulai dari jalan Benteng Hilir,Jalan Ismail Harun desa Bandar Khalipah hingga pada bahu jalan depan kantor Bagya City Land desa Medan Estate kecamatan Percut Sei Tuan kabupaten Deli Serdang,sejak bulan pebruari 2022 lalu pemasangan pipa dilokasi desa Bandar Khalipah dan Medan Estate telah dilaksanakan hanya saja penimbunan dan pengaspalan bekas galian belum tuntas dan pekerjaan pemasangan pipa di jalan Letda Sujono kelurahan Tembung kecamatan Medan Tembung Kota Madya Medan ini sebahagian sudah dipasang pipanya namun terhenti begitu juga dengan yang berada di jalan besar menuju kota Tembung lewat titi sewa persisnya di dusun Duku desa Tembung kecamatan Percut Sei Tuan juga terhenti alias macet kerjanya,mohon perhatian instansi terkait untuk menyikapi dampak terbengkalainya pekerjaan yang meresahkan dan berdampak kepada warga setempat,kiranya agar pihak BPK perlu melakukan monitoring atas proyek yang tersendat ini serta tidak diketahui keberadaan plank identitas kegiatan dari proyek pemasangan pipa tersebut.

Laporan : Asjmir Wallad.

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.